Minggu, 22 Februari 2015

Diagnosa penyakit Abses Anal

Pengobatan yang terus berlangsung seumur hidup pasien. Karenanya pening­katan kesadaran dan deteksi dini akan mencegah komplikasi penyakit ini menjadi kronis.

Fistula adalah hubungan abnormal antara dua tempat yang berepitel. Fistula ani adalah fistula yang menghubungkan antara kanalis anal ke kulit di sekitar anus (ataupun ke organ lain se­perti ke vagina).  Pada permukaan kulit bisa terlihat satu atau lebih lubang fistula, dan dari lubang fistula tersebut dapat keluar nanah ataupun kotoran saat buang air besar.

Terdapat berbagai jenis fistula, mulai dari yang simple hingga fistula kompleks yang bercabang cabang dan melibatkan otot sphincter ani (otot yang mengatur proses defekasi).

Fistula ani sering terjadi pada laki laki berumur 20 – 40 tahun, berkisar 1-3 kasus tiap 10.000 orang. Sebagian besar fistula terbentuk dari sebuah abses (tapi tidak semua abses menjadi fistula). Sekitar 40% pasien dengan abses akan terbentuk fistula.

Mayoritas penyakit supurativ anorektal terjadi karena infeksi dari kelenjar anus (cyptoglandular). Kelenjar ini terdapat di dalam ruang intersphinteric. Diawali kelenjar anus terinfeksi, sebuah abses kecil terbentuk di daerah intersfincter. Abses ini kemudian membengkak dan fibrosis, termasuk di bagian luar kelenjar anus di garis kripte. Ketidakmampuan abses untuk keluar dari kelenjar tersebut akan mengakibatkan proses pe­radangan yang meluas sampai perineum, anus atau seluruhnya, yang akhirnya membentuk abses perianal dan kemudian menjadi fistula.

Fistula ani juga dapat terjadi pada pasien dengan kondisi inflamasi berkepanjangan pada usus, seperti pada Irritable Bowel Syndrome (IBS), diverticulitis, colitis ulseratif, dan penyakit crohn, kanker rectum, tuberculosis usus, HIV-AIDS, dan infeksi lain pada daerah ano-rektal.

baca juga artikel Pengobatan Tradisional Abses

Sebagian besar fistula ani memerlukan operasi karena fistula ani jarang sembuh spontan. Setelah operasi risiko kekambuhan fistula termasuk cukup tinggi yaitu sekitar 21% (satu dari lima pasien dengan fistula post operasi akan mengalami kekambuhan)

Diagnosis

Pasien biasanya mengeluhkan beberapa gejala yaitu :
  1. · Nyeri, yang bertambah pada saat bergerak, defekasi, dan batuk.
  2. · Keluar darah atau nanah dari lubang fistula.
  3. · Iritasi atau ulkus di kulit di sekitar lubang fistula.
  4. · Gatal sekitar anus dan lubang fistula.
  5. · Benjolan (Massa fluktuan) bila masih berbentuk abses.
  6. · Demam, dan tanda tanda umum infeksi.
sumber link : toko661.com/pengobatan-tradisional-abses-anus/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar